facebook twitter instagram pinterest cookpad linkedin

Shafiqa Ayyara

A Lifestyle Blog

  • Home
  • Thought
  • Reviews
    • Book
    • Food
    • Movie
    • Place
    • Application
  • Recipe
  • Contact
Gambar sebagai referensi


            Air merupakan salah satu komponen utama dalam menjalankan proses di PLTU Nagan Raya, oleh karenanya dibutuhkan sebuah unit proses untuk mengolah air tersebut. Water treatment plant merupakan instalasi pengolahan air berupa air laut menjadi air demin untuk kemudian digunakan sebagai air umpan boiler. Ada beberapa tahap  yang dilakukan pada intalasi WTP, yaitu :


2.1.2.a  Pretreatment Plant

Bagian ini merupakan proses awal pengolahan air sebelum dipompa ke desalination plant. Air laut dari water intake dipompa oleh sea water reinforce pump menuju sediment pond, kemudian disini akan diinjeksi 3 (tiga) jenis bahan kimia, yaitu :

1. Koagulan (N 3276) yang berfungsi untuk membentuk padatan-padatan-padatan tersuspensi yang tidak dapat mengendap.

2.  Flokulan (N 9901) berfungsi untuk menggabungkan padatan-padatan tersuspensi yang terbentuk sebelumnya menjadi partikel yang lebih besar berupa flok-flok yang dapat mengendap dengan sendirinya.

3.   Klorin (N 3935) berfungsi untuk melemahkan bakteri-bakteri yang terdapat di air laut.

             

        Kemudian air keluaran sediment pond dialirkan ke gravity air scrubbing filter sedangkan endapannya dibuang ke drainase bersama limbah dari proses pretreatment lainnya. Gravity air scrubbing filter memiliki media filter berupa absorben untuk menyaring kotoran-kotoran yang masih tersisa dalam air keluaran  sediment pond, produk dari tangki ini masih berupa air laut yang kemudian dialirkan ke sea water tank untuk penyimpanan sementara sebelum kemudian dipompa menggunakan sea water booster pump ke desalination plant.


2.1.2.b  Desalination Plant

Bagian ini bertugas untuk mengubah air laut menjadi air tawar. Air dari sea water tank dipompa oleh booster pump menuju multi media filter yang berfungsi untuk menyaring air dari kotoran-kotoran dan klorin, pada tangki ini ada 2 (dua) injeksi, yaitu :

1.   Anti Scale (PC 191 T) yang berfungsi untuk mencegah terbentuknya kerak pada RO.

2. Reducer (N 47027) berfungsi untuk mengurangi kadar klorin dalam air dengan konsentrasi klorin yang diijinkan tidak melebihi 0.02 ppm.

3.  HCl berfungsi untuk menurunkan pH air jika diatas 8,5. HCl diinjeksi hingga pH air dalam batasan 7-8,5.

             

           Setelah disaring pada multi media filter, air dialirkan ke catridge filter sebelum kemudian di pompa dengan HP Pump dengan pemberian tekanan sekitar 3.5-4 MPa menuju Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang berfungsi untuk menurunkan nilai konduktivitas air (air laut memiliki konduktivitas sekitar 45000 ms/cm) menjadi kurang dari 500 ms/cm. Konduktivitas adalah sebuah ukuran untuk menghitung padatan yang terlarut dalam air. Kebanyakan public water supplies menggunakan faktor konversi untuk menghitung konduktivitas 1,55 ms/cm setara dengan mg/L dari total padatan terlarut (Flynn, 2009).  Nilai konduktivitas tersebut berpengaruh pada kadar garam yang terkandung di dalam air, semakin tinggi konduktivitasnya, maka semakin banyak garam yang terkandung di dalam air. 

            Keluaran SWRO ditampung pada break tank kemudian dipompa oleh feed pump, air tersebut akan melewati cartridge filter untuk menjalani penyaringan dan dipompa lagi oleh HP Pump dengan pemberian tekanan tinggi sekitar 1.3-1.45 MPa untuk melewati Break Water Reverse Osmosis (BWRO) dan produk yang dihasilkan memiliki konduktivitas sekitar 5 ms/cm ditampung di raw tank sedangkan reject yang tertahan berupa air laut yang memiliki konduktivitas dua kali dari inlet, dialirkan ke shippon well sebelum dibuang kembali ke laut.


2.1.2.c    Demineralized Plant

Bagian ini merupakan tempat pengolahan air baku menjadi air demin. Air dari raw tank dipompa menggunakan supply pump menuju mixed bed ion exchanger untuk menghilangkan kontaminan-kontaminan yang terkandung di dalam air, pada proses ini dilewatkan resin kation dan anion yang berfungsi untuk menangkap kontaminan yang ada didalam air tersebut hingga menghasilkan air demin murni dengan konduktivitas air keluarannya di bawah 0.2 ms/cm, pH berkisar antara 6-9 dan silika 0.02 ppm. Setelah itu output dari mixbed exchanger ditampung pada tangki demin untuk dikirimkan ke unit boiler.


2.1.2.d   Waste Water Treatment Plant


Limbah dari demineralization plant ditampung pada waste water pond untuk diolah kembali sebelum dibuang ke laut. Pertama air dari waste water pond di pompa ke tangki netralisasi untuk menetralisasi pH limbah sesuai dengan yang diizinkan yaitu 6-8. Kemudian dialirkan ke tangki reaksi dan ditambah koagulan sebelum kemudian dimelewati tangki flukolan dan terakhir clarifier untuk mengendapkan kotoran-kotoran yang sudah menggumpal. Lalu air dari clarifier dibawa ke bak penampungan dan di cek pH-nya, jika pH tidak mencapai sasaran, maka harus diproses ulang hingga mencapai pH yang diinginkan baru kemudian air tersebut dibuang ke laut.



Nagan Raya, 15,18-19 Juli 2016

Survey dan pengenalan area WTP


Updated, August, 1 2016

Share
Tweet
Pin
Share
7 komentar
"Mahasiswa yang mengambil mata kuliah Teknologi Buangan Industri diharapkan mengikuti KI ke PT. PIM tanggal 22-23 nanti." aku membaca pemberitahuan dari salah satu teman di grup line angkatanku. Sontak beberapa teman -termasuk aku harus menghadapi kebimbangan. Sebagai seorang anak rantau yang belum punya penghasilan, sudah pasti mikir berulang kali jika ingin mengeluarkan uang. Apalagi rencananya kami yang mengambil mata kuliah Teknologi Pengolahan Sawit akan mengadakan KI ke PTPN Langsa. Antara BNA-LSM dan BNA-Langsa, bukan mudah bagi kantong seorang mahasiswa. "Berniatlah untuk belajar, Insya Allah semua akan dimudahkan." Allah memang maha kaya dan pemurah, ada saja rezeki yang tak disangka, misalnya dari Pak Wa yang murah hati hihi.

Selasa, 22 Maret 2016 pukul 15.00 kami berangkat menggunakan bus SCTV menuju ke Lhokseumawe. Awalnya saat diberitahu akan menaiki bus ini, dalam bayanganku adalah bus rongsokan yang selalu stand by di halaman belakang biro, Alhamdulillah ternyata bukan seperti yang dibayangkan dan cukup puas menghabiskan hari bersama bus ini. Pukul 22.30 kami sampai di Mess Plaju PT. Arun NGL tempat kami menginap. "Mau kunjungan ke PIM kok nginapnya di Arun?" tanya seorang kawan. " tak masalah, yang penting kami bisa tidur nyenyak.

Rabu, 23 Maret 2016 pukul 08.30 kami sampai dan di sambut oleh pihak perusahaan PIM yang sejauh ini kutahu senior kami di Teknik Kimia Unsyiah. Jadi selain pengenalan perusahaan dan hal lainnya, juga diselingi oleh kisah-kisah nostalgia yang akan membuat kami berfikir bahwa, "Ternyata dulu mereka tidak jauh beda dari kami sekarang, seorang mahasiswa. Tapi lihatlah, apa yang telah mereka lalui hingga menjadi sesukses sekarang?" Kagum, tentu saja. menjadi seorang sarjana teknik dan kerja di pabrik adalah impian setiap engineer muda seperti kami. Kalau tidak, coba berikan alasan lain kenapa kami bisa bertahan di medan yang cukup menguras tenaga dan pikiran seperti ini?

"Menjadi seorang sarjana Teknik Kimia tidak harus berurusan dengan desain pabrik dan proses-prosesnya, kamu juga harus mampu berkomunikasi dengan baik. Makanya di jurusan kita ada mata kuliah Communication Skill."

Salah dua dari senior kami saat ini ditempatkan di bagian Humas, nah percayakan kalau sarjana teknik itu nggak hanya bicara dengan mesin? Apalagi senyawa kimia. Pada hakikatnya kita dituntut untuk multitalent dalam menghadapai zaman yang sudah edan ini (eh maksudnya sudah terlalu maju) contohnya saja MEA yang selalu diperbincangkan dan dijadikan motivasi agar kita terus meningkatkan skill diri, baik hard maupun soft. Tidak ada yang salah dengan itu semua. Hanya saja tujuan dan godaan itu berbanding lurus, yang berarti semakin tinggi tujuan yang ingin dicapai, semakin besar godaan yang harus dihadapi. Cemungud eaaa.

Selanjutnya kami menuju plant tool yang terletak sekitar 500 meter dari tempat pembukaan. Sesampai di depan gerbang, kami berganti bus dari SCTV menjadi PIM dan siap mengelilingi pabrik Petrokimia yang katanya cukup eksis se-Aceh ini. Tapi sayangnya tidak sesuai harapan, dalam bayanganku dapat melihat rupa turbin, boiler, cooling tower, dan lain-lain secara langsung, ternyata kami hanya dari jauh melalui bus ini.

Nah, ini yang kalau anak Teknik Kimia bilang imut. Cooling tower atau menara pendingin berfungsi untuk mendinginkan air dengan cara mengkontakkannya secara konveksi paksa dengan udara. Ternyata selama ini aku salah paham. Saat belajar menggambar teknik aku mengira cooling tower ini bentuknya ya seperti tower, lurus memanjang ke atas. Ternyata oh ternyata. Setiap perjalanan pasti akan memberi pelajaran, bukan?

Boiler yang kami kenal adalah alat penghasil steam. Iya, boiler yang itu juga kayanya sama, bentuknya nggak jauh beda saat menggambar teknik dulu. Jadi pas sekali liat langsung heboh, "Eehh, itu boiler..."

Tidak semua alat-alat yang sering kami lihat di flowsheet dapat kami lihat di sini. Selain jarak yang terbatas juga karena diiming-imingi, "Kalau mau lihat lebih jelas, makanya PKL di sini, Dek." nah, si bapak ini promosikah?

Belum selesai, setelah mengelilingi pabrik, kami menuju control room, dan di sini kami murni mempelajari bagaimana proses di pabrik ini dijalankan. Jika mau jujur, ketika salah satu bapak operator menjelaskan, tidak semua anggukanku itu tanda mengerti. Mungkin karena terbiasa atau karena ingin tampil beda dari orang India, tapi yang pasti sebagian besar dari cara mengontrol di ruangan ini masih belum bisa kupahami. "Pengalaman juga mendukung untuk bisa berada disini, Dek." kata bapak operator yang kulupa tanyakan namanya. Iya, aku pernah dengar kalau salah satu hal penting dari operator itu adalah pengalaman. Seperti aku yang sudah terlalu berpengalman menghadapi sikapmu. uhuk.

Setelah setengah harian mengelilingi PIM, sebenarnya aku merasa tidak sepadan dengan waktu tempuh dari Banda Aceh ke Lhokseumawe. Tapi, pelajaran hari ini juga sangat-sangat berharga sehingga untuk menjaga kenangan ini kami mengabadikannya dalam layar foto.

menuju pabrik, update.
sampai pabrik, cekrek.
pulang pabrik, capek.

Salam hangat dari kami,
Mahasiswa Chetas (Chemical Engineering 2013) Unsyiah.
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar

         

         Isu perbincangan dunia saat ini adalah bagaimana mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang menyebabkan emisi rumah kaca dan isu keamanan energi. Hal ini menyebabkan timbulnya ketertarikan untuk menggunakan energi bebasis biomassa(R.C.Saxena, D.K. Adikhari, H.B.Goyal, 2009). Alternatfinya, sumber energi yang dapat diperbarui (reneweble energy source) yang bersumber dari biomassa, menyerap karbon dioksida CO2 yang dihasilkan tanaman selama pertumbuhannya dan berkontribusi dalam pemanasan global (global warming) menjadi pilihan. Sehingga menjadi perbincangan bagaimana menghasilkan energi dari biomassa tanpa mengganggu pasokan makanan yaitu menggunakan limbah biomassa produk, khususnya dari industri makanan dan minuman, menjadi salah satu solusinya.

Kopi adalah jenis minuman yang penting bagi sebagian besar masyarakat di seluruh dunia. Bukan hanya karena kenikmatan konsumen peminum kopi namun juga karena nilai ekonomis bagi negara-negara yang memproduksi dan mengekspor biji kopi (seperti Indonesia). Bagi beberapa orang produk ini, dibuat dari biji tanaman kopi yang dipanggang (tanaman berbunga dari famili Rubiaceae), disebut sebagai “komoditi kedua yang paling banyak diperdagangkan secara legal” dalam sejarah manusia.

Waste coffee ground (WCG) merupakan salah satu potensi sumber daya yang berlimpah yang dapat dikonversi menjadi energi. Kosumsi kopi dunia yang terus meningkat selama beberapa dekade terakhir , mencapai kosumsi tahunan 8.8 juta metrik ton dan menjadi menyebabkan sebagian besar organik(USDA, 2014). Telah banyak usaha yang dilakukan untuk pengolahan limbah kopi, namun kebanyakan usahanya berakhir pada pembuangan limbah ataupun hingga akhirnya dibakar. Biomassa berdasarkan bahan bakar karbon dapat dikategorikan oleh beberapa metode pengolahan : i. Bahan bakar sebagai karbonasi biomassa( fuel as carbonized biomassa) ,  ii bahan bakar  sebagai gasifikasi biomassa (fuel as gasified biomassa), dan iii bahan bakar biomassa tidak diolah ( fuel as utreated biomassa) .


Ampas Kopi
Ampas Kopi

Produksi biji kopi di Indonesia diperkirakan memperoleh 2,2 juta kantong ke rekor 11,0 juta pada cuaca yang menguntungkan  selama periode berbunga dan set buah , meskipun panen di beberapa daerah bisa tertunda karena terlambat hujan . Hasil dari dua panen sebelumnya yang rendah karena hujan yang berlebihan selama set buah periode . Lebih dari 85 persen dari produksi robusta . Ekspor kacang diperkirakan rebound 1,4 juta kantong  6,5 juta pada pasokan tersedia lebih tinggi (USDA, 2015) Badan koordinasi penanaman modal  mencatat  bahwa provinsi aceh penghasilaan kopi provinsi aceh menghasilkan 48.282 ton pada tahun 2013 dengan lahan yang telah digunakan berkisar 123.764 Ha pada tahun 2014(BKPM, 2013)

Selama proses pembuatan kopi, menghasilkan residu kopi hitam kecoklatan dengan tingkat kelembapan yang tinggi yang disebut juga dengan limbah kopi (Spent Coffee Ground)( Zuorro dan Lavecchia, 2012; Musatto d.k.k 2011).  Residu – residu ini basanya dibuang hingga akhirnya dikirim ke tempat pembuangan sampah akhir. Namun, residu kopi ini dapat menjadi polutan karena keberadaan kafein, tannin, dan polyphenol yang menjadi toxic alami bagi material dan adanya bahan organik menyebabkan tingginya kebutuhan oksigen untuk mendegradasi residu tersebut(musatto d.k.k 2011; silva d.k.k 1998). 

Secara bersamaan, methana sebagai gas rumah kaca yang lebih berbahaya daripada karbon dioksida akan terbentuk di TPA hingga akhirnya berkontribusi pada pemanasan global (Crumbley,2009). Selanjutnya apabila residu kopi tidak ditangani dan dibiarkan menumpuk begitu saja, fermentasi dari residu dapat menyebabkan kebakaran tiba-tiba, seperti yang telah terjadi dibeberapa tempat penyimpanan(silva d.k.k, 1998). Oleh karena itu, daripada metode penanganan sekali saja, sebuah metode yang berkelanjutan harus lebih dieksplorasi untuk residu kopi, bukan hanya untuk mengurangi ancaman terhadap lingkungan, tetapi juga sebagai solusi untuk mengatur limbah rumah tangga dan limbah miuman(J.H Low d.k. 2013).

Brazil adalah produsen kopi terbesar dunia (Prata dan Olivear, 2007). Proses pembuatan kopinya berkntribusi besar dalam menghasilkan limbah pada masyarakat. Selama produksi kopi instan, hanya 0.33 kg- 0,45kg kg kopi instan yang dihasilkan dari setiap 1 kg biji kopi( Acevado d.k.k,2013), dimana residu yang tertinggal disebut sebagai limbah kopi  yang mencapai hingga 45% dari total keseluruhan produksi di industri kopi(Murthy dan Madhava, 2012). Perusahan makanan dan minuman Netsle yang mempunyai 22 pabrik diseluruh dunia, telah menggunakan limbah kopi sebagai bahan bakar, sehingga sebesar 26,7% energi konvensional yang digunakan telah tergantikan oleh energi terbarukan (J.H Low d.k.k 2010).

Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbaik dunia (kemendag, 2015) dan Aceh sebagai daerah pernghasil kopi terbaik yang dijuluki sebagai negeri seribu satu warung kopi, juga perlu memberikan perhatian khusus terhadap penanganan limbah kopi yang dihasilkan. Fenomena menjamurnya warung kopi tak terlepas dari budaya masyarakat sekitar yang mengonsumsi kopi. Banyaknya warung kopi, menggambarkan banyaknya limbah kopi yang dihasilkan setiap harinya dari segelas kopi.

Warung Kupi "Dhapu Kupi"

Antusiasme warga terhadap warung kopi

            Karena beberapa alasan tersebut diharapkan agar ada penanganan lebih lanjut dari pemerintah maupun ahli peneliti untuk bisa mengatasi masalah ini serta perhatian masyarakat terhadap isu global warming yang penyebabnya sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari.

Catatan :

Artikel ini lahir dari latar belakang penelitian kami terhadap upaya memanfaatkan ampas kopi menjadi energi terbarukan.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Ada yang bilang, "Tak kenal maka tak sayang." kalau saya bilang, "Tak jalan maka tak cinta." 

Hari minggu kemarin keluarga Forum Lingkar Pena Banda Aceh mengadakan rihlah atau jalan-jalan bareng yang dalam pandangan saya, selain tafakkur alam juga mempererat ukhuwah antar anggota. Seharian bersama aja rasanya makin dekat, apalagi serumah nanti #eh.

Tujuan kami adalah menjelajahi tempat wisata di daerah Aceh Besar. Mulai dari Pasir Putih, Puncak Lamreh dan beberapa situs sejarah seperti Makam Raja Lamuri dan Makam Laksamana Malahayati. Kami berangkat dari Banda Aceh sekitar pukul 10.30 dan menempuh perjalanan kurang lebih satu jam untuk sampai ke Pasir Putih. Kegiatan kami dimulai dengan bakar ikan untuk makan siang, kemudian dilanjutkan shalat dzuhur. Agenda selanjutnya adalah kegiatan santai seperti mandi laut, berbincang, dan photoshoot pastinya. Bukankah foto itu ada karena keinginan kita mengenang suatu hal sedang memori tak mampu melakukannya? #eaa.

Sekitar pukul 15.30 kami meninggalkan pasir putih dan menuju bukit Makam Raja Lamuri. Di sini jalanannya sudah mulai sedikit ekstrim, harus melalui tanjakan bebatuan. Setelah sempat tersesat, akhirnya kami sampai ke atas bukit. Di pandu dengan ketua HRD FLP Banda Aceh, kami berhasil  melewati semak belukar dan mengunjungi dua makam Raja Lamuri.

Setelah itu perjalanan berlanjut ke mesjid untuk shalat Ashar sebelum kemudian berangkat lagi menuju Makam Laksamana Malahayati. Saya baru tahu ternyata makam beliau terletak di atas bukit. Harus menaiki sekitar 98 anak tangga (jika saya tidak salah hitung) untuk sampai ke atas.

Hari semakin sore, jam menunjukkan pukul 18.20 ketika kami tiba di sebuah warung bakso sebagai penyanggal perut setelah mengunjungi tempat-tempat luar biasa tadi. Di sini kami mulai saling bercerita, mengirim foto, dll. Seharian bersama rasanya sudah selangkah lebih dekat. Ternyata salah satu tips untuk mempererat ukhuwah adalah perjalanan. Maka, My Trip My Ukhuwah!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts

About me

Shafiqa Ayyara


Personal Blogger | Author | Indonesia
Cooking | Writing | Programming
Books | Movies | Noodles

Blog Archive

  • ►  2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
  • ►  2019 (2)
    • ►  December 2019 (1)
    • ►  May 2019 (1)
  • ►  2017 (2)
    • ►  April 2017 (2)
  • ▼  2016 (4)
    • ▼  July 2016 (1)
      • PLTU Nagan Raya - Water Treatment Plant
    • ►  March 2016 (1)
      • Kunjungan Industri - PT. Pupuk Iskandar Muda
    • ►  February 2016 (2)
      • Ampas Kopi Bisa Mengurangi Dampak Global Warming
      • My Trip My Ukhuwah

Social Media

  • facebook
  • twitter
  • pinterest
  • instagram
  • linkedin
  • cookpad

Labels

Artikel Chemical Engineering Opini Place Review thought

Friends

Visitor

Created with by BeautyTemplates | Distributed by Blogger